Nama : Aep Saepudin
Kelas : TI-IVA
NIM : A2.1100027
Kelas : TI-IVA
NIM : A2.1100027
1. Membuat Jaringan Komputer dengan Kabel
Alat dan Bahan yang harus
disiapkan :
- Beberapa PC atau Laptop yang sudah terinstall Operating Sistem
- Switch
- Kartu Jaringan tipe PCI (untuk socket ke mainboard) atau PCMCIA untuk port yang mendukung tipe PCMCIA (biasanya pada Notebook)
- Kabel jaringan
- Crimping Tool
- Switch
- Kartu Jaringan tipe PCI (untuk socket ke mainboard) atau PCMCIA untuk port yang mendukung tipe PCMCIA (biasanya pada Notebook)
- Kabel jaringan
- Crimping Tool
- Konektor
-
MultiTester/ Alat
Penguji Kabel
Berikut langkah-langkah membangun jaringan :
d. Masukan kabel-kabel tersebut pada konektornya. Lalu masukan konektor yang sudah terhubung pada kabel ke crimping tool.
e. Tekan sangat keras untuk mengcrimping konektor tersebut.
f. Lakukan crimping konektor (point ‘b’ sampai ‘e’) pada ujung kabel lainya.
g. PASTIKAN URUTAN KABELNYA SAMA DENGAN UJUNG LAINYA.
h. Terakhir uji kabel tersebut dengan alat penguji kabel, dengan memasukan kedua konektor pada socketnya.
i. Jika seluruh lampu menyala berurutan maka kabel yang kita buat berfungsi dengan baik.
3 . Biasanya pada Komputer atau laptop modern sudah terpasang port untuk kabel jaringan. Jadi kita tidak perlu memasang lagi kartu jaringan dalam komputer kita. Namun jika pada komputer kita belum terpasang kartu jaringan, pasang terlebih dahulu kartu jaringanya dengan cara membuka casing PC kita dan pasang kartu jaringan pada socket di motherboard.
Lalu cek apakah kartu jaringan kita sudah terpasang dengan baik, dengan cara :
a. Buka control panel > Device Manager
b. Network Adapter > Pilih ethernet card anda (contoh kartu jaringan yang saya gunakan “SMC EZ Card 10/100 Fast Ethernet PCI Network Adapter”)
c. Klik kanan pada item tersebut lalu “properties” jika ada tulisan “The Device is Working Properly” maka kartu jaringan sudah terinstall dengan benar.
d. Jika status menunjukan error driver belum terinstall silahkan install drivernya.
4. Hubungkan switch dengan komputer menggunakan kabel yang tadi kita buat. Jika lampu indikator pada switch menyala maka secara fisik dapat menunjukan bahwa komputer sudah terhubung dengan switch.
1.1 Cara instalasi driver bagi LAN Card dan Wireless LAN & Penyetingan network dalam jaringan komputer
Untuk mudahnya anda sebaiknya memasang satu buah
protokol saja dalam jaringan anda. Protokol ini disamping berfungsi untuk
menghubungkan komputer pada jaringan anda juga bisa berfungsi untuk
menghubungkan jaringan anda dengan internet, untuk keperluan itu kita bisa
memilih untuk menggunakan protokol TCP/IP.
Untuk melakukan konfigurasi komputer client kita
akan lakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Untuk Window XP :
1. Klik kanan pada
icon MyNetwork Place di dalam window
xp, lalu anda pilih properties dan Window Network Connection terbuka untuk anda.
2. Di dalamnya
terdapat beberapa koneksi yang terdapat dalam komputer anda, kita akan
melakukan suatu properties atau penyetingan pada koneksi ethernet card dalam
komputer anda, klik kanan pada ethernet card dalam komputer anda lalu anda
pilih properties (Sebagai contoh saya menggunakan ethernet card “SMC EZ Card
10/100 Fast Ethernet PCI Network Adapter”)
3. Di dalam tampilan
local area conection 2 terdapat beberapa icon seperti client for microsoft
network, file and printer sharing for microsoft network, Qos Packet Scheduler ,
dan internet protokol (TCP/IP). Jika anada belum memiliki fasilitas internet
protokol seperti TCP/IP, anda dapat melakukan penginstalan protokol tersebut
dengan mengklik tombol install lalu pilih protocol dan klik add Pilih protocol
yang ingin anda install (contoh TCP/IP) lalu klik OK.
4.
Pilih TCP/IP lalu
klik properties untuk dilakukan pengukuran IP atau setingan IP.
5. Anda pilih “Use the
following IP address” untuk membuat IP alamat anda sendiri. Klik pada bagian
awalnya lalu anda masukan angka “192.168.0.2”. Alamat 2 adalah alamat untuk
komputer yang sedang anda pakai, untuk komputer lainya yang terhubung dengan
jaringan network, anda bisa tambahkan angka 3, 4 dan seterusnya. Perlu anda
ingat bahwa alamat IP ini bersifat unik sehingga tidak boleh ada 2 komputer
yang menggunakan alamat IP yang sama, karena itu untuk alamat komputer berikutnya
anda bisa menggunakan 192.168.0.3 atau 192.168.0.4 dan seterusnya secara
berururtan.
6. Lalu pada bagian
subnet mask masukan “255.255.255.0”, sebalikanya anda bisa memasukan nilai yang
sama untuk subnet mask pada setiap komputer yang terhubung dengan jaringan
anda. Jadi komputer server, komputer client 1, 2 dan seterusnya harus
menggunakan subnet mask yang sama. Setelah itu anda klik ok selesai dan klik
tombol close.
Selanjutnya kita akan mencek identfikasi dari
komputer anda seperti nama komputer anda dan workgrup ataupun grup kerja anda
dalam satu jaringan yang anda buat. Dengan langkah-langkah sebagai berikut:
2. Jendela sistem
propertis terbuka untuk anda, anda klik pada computer name, anda liat disini terdapat computer descripton untuk komputer saya lalu full computer name ialah nama dari komputer saya dan workgrup yang saya gunakan adalah grup
kerja jaringan anda (Workgrup yang saya gunakan ialah “MSHome”).
3. Anda bisa
merubahnya dengan mengklik tombol change.
Disini anda bisa merubah nama komputer anda dan rubah workgrup anda. Setelah anda
selesai klik tombol OK.
Selanjutnya anda buka pada bagian network
connection untuk melihat apakah jaringan kita sudah terinstal atau terseting dengan
baik. Anda liat pada workgrup jaringan anda (Yang saya gunakan ialah “MSHome”).
Disini anda bisa melihat komputer – komputer yang terhubung dengan jaringan
anda. Jika anda klik atau buka komputer lain pada jaringan anda terdapat
beberapa folder yang telah terjaring yang teerdapat di dalam komputer tersebut.
Dengan demikian kedua komputer ini telah dapat melakukan komunikasi baik itu
berupa pengiriman file ataupun copyfile serta juga dapat merubah atau mengedit
file-file yang diijinkan yang terdapat di dalam folder-folder yang tersharing.
Untuk melakukan sharing pada komputer anda
apabila anda ingin mensharing atau membagi beberapa folder di dalam area
workgrup anda, lakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Anda klik kanan pada
bagian MyNetworkPlace pilih propertis
2. Maka muncul Local
area conection 2 klik kanan dan pilih properties
3. Pastikan “file and printer sharing for microsoft
network” dalam keadaan terinstall jika belum ada anda dapat menginstallnya
dengan klik tombol install pilih service setelah itu pilih “file and printer sharing for microsoft
network” dan klik OK
4. Lalu pilih folder
yang ingin anda share, klik kanan pada folder tersebut lalu klik “sharing and security”
5. Lalu pada bagian
network sharing and security centang atau aktifkan “share this folder on this network”
6. Disana share name otomatis dinamakan sesuai
denagn nama foldernya tapi kita bisa merubahnya denagn nama yang lain
7. Pada bagian “allow user network to chane my files”
anda bisa aktifkan bila anda menginginkan user anda merubah file-file yang
terdapat di dalam folder tersebut setelah selesai anda klik OK
8.
Sekarang anda bisa
lihat icon folder yang anda sharing, ditandai dengan tanda icon tangan yang
artinya bahwa folder tersebut telah tersharing dalam jaringan.
Untuk menonaktifkanya anda bisa merubahnya dengan
mengklik kanan pada folder sharing yang ingin anda non aktifkan lalu pilih sharing and security dan nonaktifkan pilihan
share this folder on this network
Sekarang kita cek apakah folder yang kita share
terbaca di dalam jaringan yang kita buat, dengan cara klik kanan pada icon MyNetworkPlace lau pilih explore.
Disini anda bisa lihat apakah folder yang anda share terdapat di dalam jaringan anda . Dengan demikian user-user yang terdapat pada jaringan network dapat menggunakan file-file yang terdapat di dalam folder tersebut juga dapat merubah sesuai dengan izin yang telah anda berikan pada setingan “allow network user to change my file” pada bagian network sharing and security yang telah anda seting sebelumnya.
Disini anda bisa lihat apakah folder yang anda share terdapat di dalam jaringan anda . Dengan demikian user-user yang terdapat pada jaringan network dapat menggunakan file-file yang terdapat di dalam folder tersebut juga dapat merubah sesuai dengan izin yang telah anda berikan pada setingan “allow network user to change my file” pada bagian network sharing and security yang telah anda seting sebelumnya.
2. Membangun Jaringan Nirkabel/ Wireless LAN
Alat dan Bahan yang harus
disiapkan :
- Beberapa PC atau Laptop yang sudah terinstall Operating Sistem
- Kartu Jaringan tipe PCI (untuk socket ke mainboard) atau PCMCIA untuk
port yang mendukung tipe PCMCIA (biasanya pada
Notebook)
- Kartu Jaringan Wireless tipe PCI (untuk socket ke mainboard) atau PCMCIA untuk port yang mendukung tipe PCMCIA (biasanya pada Notebook)
- Acces Point Wireless
- Kartu Jaringan Wireless tipe PCI (untuk socket ke mainboard) atau PCMCIA untuk port yang mendukung tipe PCMCIA (biasanya pada Notebook)
- Acces Point Wireless
Sesuai dengan namanya untuk jaringan yang satu
ini kita tidak akan dipusingkan dengan pemasangan kabel dan akibatnya penempatan
komputer- komputer juga akan bebas dan mudah.Sama seperti saat pemasangan jaringan kabel,
setelah kartu jaringan terpasang hubungkan PC ke Broadband Router. Lalu
hubungkan Acces Point Wireless dengan Broadband Router. PC ini akan digunakan
sebagai server.
Ada 2 tipe koneksi jaringan nirkabel yaitu ad hoc
dan intrastruktur. Adhoc kita tidak menggunaakan akses point, jadi setiap kartu
jaringan nirkabel saling berhubungan namun tidak berkomunikasi dengan jaringan
luar. Dalam intrastruktur kita menggunakan akses point yang terhubung dengan
kabel ethernet untuk kemudian dihuubungkan ke jaringan kabel. Kebanyakan
jaringan nirkabel menggunakan koneksi tipe ini.
Untuk tutorial kali ini, kita menggunakan koneksi
jaringan infrastruktur. Berikut langkah-langkahnya :
1. Setelah semua
terhubung dengan benar mari kita install drivernya. Secara otomatis window xp
akan mendeteksi adanya hardware baru. Saat ini anda tinggal mengarahkan posisi
dimana anda menempatkan driver untuk wireless PCI adapter anda.
2.
Setelah selesai, kita
akan menginstall program easy connect wireless yaitu sebuah tool yang berisi file
konfigurasi untuk wireless PCI adapter anda. Lalu jalankan Programnya.
3. Klik tab
configuration, lalu pada mode pilih “infrastruktur”, karena disini kita akan
menggunakan mode infrastruktur dan bukan mode ad hoc dimana pada komputer ini
atau bisa di bilang sebuah komputer server saya masih memakai kartu jaringan
PCIK dan bukan memakai wireless dan itu tersambung ke dalam switch dan akses
point wireless SMC saya sambungkan juga ke dalam port di dalam switch. Jadi
disini kita akan melakukan sebuah komunikasi antara komputer pertama yang masih
memakai kartu jaringan biasa dan komputer kedua yang memakai sebuah kartu
wireless PCI.
4. Buka tab “link
info”, terdapat informasi dari wireless adapter anda di mana di dalamnya salah
satunya adalah laporan mengenai BSS ID chanel yang di pakai transmisi yang
dipakai link quality atau kualitas dari link anda dan juga kondisi kekuatan
dari signal wireless anda lalu kita berlanjut ke bagian konfigurastion dimana
mode sudah pasti anda tahu kita memakai infrastruktur dan ssid secara
defaultnya adalah any dan untuk bagian tx rate nya defaultnya adalah fully
automatic lalu pada bagian ps mode (power saving mode ) defaultnya adalah
disable dan pada bagian chanel dapat anda aktifkan bila anda memakai mode ad
hoc lalu selanjutnya pada bagian encryption dimana anda dapat mengatur tranmisi
data anda secara secure atau aman.
5. Sekarang kita akan
melihat atau membuktikan apakah komputer yang memakkai wireless lan ini telah
tersambung dengan jaringan. Buka MyNetworkPlace, jika berhasil maka seharusnya
anda melihat komputer2 lainya yang terhubung dengan jaringan wireless.








No comments:
Post a Comment